Jurnal Predator – Predatory Journal? Agar tidak salah pilih Jurnal

Kembali lagi bersama Zhizaf creative, kali ini kita akan sharing terkait dengan jurnal internasional terindeks scopus yang diindikasi sebagai jurnal predator. Apa itu jurnal predator? Di mana kita bisa memeriksa jurnal terindeks scopus masuk sebagai predatory atau aman?

Oke, sebelumnya disini kami akan menjelaskan terlebih dahulu terkait dengan asal muasal datangnya list of predatory journals. Pada tahun 2008, salah seorang pustakawan dari University of Colorado Denver yang bernama Jefri Bell mempublikasikan daftar penerbit ataupun publisher jurnal tanpa penerbit dan lembaga pengindeks sesat atau misleading matrix companies serta jurnal bajakan.

Yang mendasari Bell dalam mengidentifikasi jurnal-jurnal yang diindikasi sebagai jurnal predator ini diantaranya adalah yaitu absennya sistem peer review yang menjadi kriteria utama dalam menentukan rendahnya kualitas suatu jurnal. Bahkan kadang-kadang kalau pun ada proses review seringkali jurnal-jurnal ini melakukan rewiew hanya dengan sedikit perbaikan dari dewan redaksi yang biasanya dilakukan bersamaan dengan layout.

Ada 10 kriteria yang ditetapkan seperti:  

  1. Jurnal ini terindikasi predator karena memasang harga tinggi untuk publikasi artikel dengan kurangnya peer review atau pengawasan editorial.
  2. Jurnal ini juga memberitahu penulis, tentang biaya hanya setelah diterima, jadi biaya itu mereka tidak beritahukan kepada penulis namun biayanya setelah accepted.
  3. Jurnal ini menargetkan kepada penulis melalui spamming massal di email dalam upaya untuk mendapatkan penulis-penulis yang ingin menerbitkan jurnal di tempat mereka.
  4. Proses penerimaan yang cepat atau quick publication namun jurnalnya berkualitas rendah.
  5. Listing dari dewan redaksi itu tanpa melalui izin yang bersangkutan.
  6. Jurnal itu tidak memperoleh izin menayangkan bahwa listing dari anggota dewan redaksi atau penulis itu terkadang palsu.
  7. Jurnal ini juga menyalin desain visual dan bahasa materi pemasaran dari situs-situs jurnal lain
  8. Penipuan atau penggunaan ISSN tidak tepat atau terindikasi palsu
  9. Jurnal ini memberikan informasi palsu tentang lokasi penerbitan.
  10. Jurnal ini palsu tidak ada keterangan Impact Factor.
Baca Juga:   Update Discontinued Scopus March 2021, Termasuk IOP Conference Series: MSE

Berikut cara memeriksa sebuah jurnal masuk dalam category predatory atau bukan.

Menemukan jurnal terindikasi predator di web beallslist.net

Ada 2 langkah yang bisa digunakan, yaitu dengan menggunakan pencarian pada menu Publisher.

langkah lain dengan menu Standalone Journals

Melalui web predatoryjournal.com

Semoga Bermanfaat, salam berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com